Hero image Berakar di Bali, Bertumbuh untuk Dunia: Visi SDH Global Bali bagi Generasi Masa Depan

Berita Terkini | Berita

Berakar di Bali, Bertumbuh untuk Dunia: Visi SDH Global Bali bagi Generasi Masa Depan
31 Agustus 2026

Di Bali, keterbukaan terhadap dunia tidak pernah harus berarti kehilangan akar.

Tradisi, budaya, dan identitas tetap hidup di tengah perjumpaan dengan berbagai bangsa, bahasa, gagasan, dan cara pandang. Kemampuan untuk menyambut perkembangan tanpa meninggalkan jati diri inilah yang menjadikan Bali sebagai lingkungan yang kaya bagi generasi muda untuk belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia.

Berangkat dari semangat tersebut, SDH Global Bali resmi melakukan Grand Launching pada 29 Agustus 2026. Kehadiran sekolah ini merupakan bagian dari komitmen Pelita Harapan Group (PHG) untuk menghadirkan pendidikan yang memadukan kualitas akademik berstandar global, pembentukan karakter, pengembangan potensi, serta keterhubungan dengan lingkungan tempat murid bertumbuh.

Presiden Pelita Harapan Group, Dr. Stephanie Riady, melihat Bali sebagai konteks yang unik untuk memaknai pendidikan. Keterbukaan masyarakat Bali terhadap dunia berjalan berdampingan dengan kemampuannya menjaga tradisi dan identitas lokal.

“Setiap kali datang ke Bali, saya selalu mendapatkan kesan yang sangat kuat. Bali memiliki taksu, sebuah kemampuan yang luar biasa untuk menerima dunia tanpa kehilangan dirinya sendiri. Di sini, tradisi hidup berdampingan dengan modernitas,” kata Stephanie di Badung, Bali, Sabtu (29/8).

Bagi Stephanie, keseimbangan tersebut menghadirkan pelajaran penting bagi pendidikan: bagaimana mempersiapkan anak untuk menjadi bagian dari dunia tanpa membuat mereka kehilangan akar dan identitasnya.

Pertanyaan ini menjadi semakin relevan di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial yang berlangsung begitu cepat. Pendidikan hari ini tidak cukup hanya berfokus pada apa yang perlu diketahui anak, tetapi juga perlu membangun kemampuan untuk menggunakan pengetahuan dengan bijaksana—dengan karakter, pertimbangan, dan tanggung jawab.

“Jawabannya adalah karakter, kebijaksanaan, integritas, keberanian, empati, kemampuan membedakan yang benar dan salah, serta iman yang memberikan arah bagi kehidupan. Kecerdasan saja tidak cukup. Pendidikan bukan hanya tentang mempersiapkan anak memperoleh nilai terbaik atau masuk ke universitas terbaik. Pendidikan adalah proses membentuk manusia,” katanya.

Karena itu, pendidikan masa depan perlu mempersiapkan anak-anak bukan hanya untuk menghadapi ujian, tetapi juga untuk menghadapi berbagai pertanyaan kehidupan yang semakin kompleks. Mereka perlu belajar menjadi pribadi yang dapat dipercaya, mampu bekerja bersama orang-orang dengan latar belakang yang berbeda, berani melakukan hal yang benar, serta menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk memberikan dampak bagi sesama.

Bagi Stephanie, wawasan global dan identitas lokal bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Justru, lingkungan Bali yang mempertemukan berbagai bangsa, bahasa, budaya, dan cara pandang memberikan ruang yang kaya bagi murid untuk mengembangkan pemahaman yang lebih luas tentang dunia.

“Justru saya percaya, semakin kuat akar seorang anak, semakin percaya diri ia menghadapi dunia,” ujar Stephanie. “Menjadi global tidak berarti semakin jauh dari Indonesia.”

Pandangan tersebut menjadi salah satu landasan kehadiran SDH Global Bali. Pendidikan berwawasan global bukan berarti menjauh dari identitas lokal, melainkan memperluas wawasan dan kemampuan murid agar mereka mampu mengambil bagian dalam dunia yang semakin terhubung, sambil tetap memahami siapa diri mereka dan dari mana mereka berasal.

Melalui pendidikan, PHG ingin mempersiapkan murid untuk mengejar kesempatan di berbagai bidang dan belahan dunia, sekaligus memahami bagaimana pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman yang mereka miliki dapat digunakan untuk memberikan manfaat bagi Indonesia dan sesama.

Visi tersebut diterjemahkan ke dalam pengalaman pendidikan di SDH Global Bali. Sekolah ini menggunakan Cambridge International sebagai kerangka akademik, yang didukung oleh pengembangan guru melalui pelatihan, coaching, dan kolaborasi secara berkelanjutan. Pendekatan ini mencerminkan keyakinan bahwa kualitas pendidikan tidak dibangun melalui kurikulum semata, tetapi juga melalui para pendidik yang memahami dan mendampingi setiap murid dalam perjalanan pertumbuhan mereka.

School System Coordinator Sekolah Dian Harapan (SDH) sekaligus Director of Enrollment & New School Initiatives Pelita Harapan Group, Deny Kiswanto Sinaga, menambahkan bahwa pendidikan anak membutuhkan keterhubungan yang kuat antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Menurutnya, tanggung jawab sekolah tidak berhenti pada keberhasilan akademik, tetapi juga mencakup bagaimana setiap anak dibantu untuk menemukan dan mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.

“Hari ini kita memang meresmikan sebuah sekolah. Namun, yang sesungguhnya ingin kita buka adalah kemungkinan-kemungkinan baru bagi anak-anak, keluarga, Bali, dan Indonesia,” ujar Stephanie.

SDH Global Bali hadir bukan sekadar sebagai sekolah yang berada di Bali, tetapi sebagai sekolah yang belajar dari Bali dan bertumbuh bersama masyarakatnya. Berada dalam lingkungan yang kaya akan budaya, keberagaman, dan keterhubungan dengan dunia, SDH Global Bali berupaya mempersiapkan generasi Indonesia yang berakar kuat, berpikiran terbuka, serta memiliki karakter, kemampuan, dan keberanian untuk memberikan dampak bagi sesama dan dunia.

Karena menjadi global tidak berarti meninggalkan akar.

Terkadang, justru akar yang kuatlah yang memungkinkan seseorang bertumbuh lebih jauh.

Berita Terkait
Bagaimana Pekerjaan Kami Menyentuh Hidup Banyak Orang
SELENGKAPNYA
Bergabung Bersama Kami!

Jadilah bagian dari transformasi pendidikan di Indonesia

DUKUNG KAMI DUKUNG MEREKA