Berita Terkini | Berita
Menjaga Akar, Menjangkau Dunia: Mengapa SDH Global Bali Hadir
26 Agustus 2026
Bali dikenal sebagai daerah yang berhasil menjaga harmoni antara budaya, alam, dan kehidupan masyarakatnya. Nilai-nilai tersebut bukan hanya menjadi identitas, tetapi juga fondasi yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Di saat yang sama, generasi muda Bali akan tumbuh dalam dunia yang semakin terhubung, ditandai oleh perkembangan teknologi, mobilitas global, dan perubahan yang berlangsung semakin cepat.
Pendidikan memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan anak menghadapi masa depan tanpa harus melepaskan akar yang membentuk jati dirinya. Anak-anak tidak perlu memilih antara menjadi warga dunia atau tetap berakar pada budaya dan nilai-nilai lokal. Pendidikan yang baik justru memungkinkan keduanya berjalan beriringan.
Berangkat dari keyakinan tersebut, SDH Global Bali hadir sebagai bagian dari ekosistem Pendidikan Harapan Global (PHG). Diresmikan pada 1 Juli 2026, sekolah ini menjadi sekolah ke-70 dalam perjalanan lebih dari tiga dekade PHG membangun ekosistem pendidikan di Indonesia. Kampus yang melayani jenjang Kindergarten hingga High School ini dirancang untuk bertumbuh bersama masyarakat Bali, sekaligus mempersiapkan siswanya menghadapi tantangan global.
Bagi PHG, setiap sekolah lahir dengan memahami konteks komunitas tempatnya berada. Tidak ada satu pendekatan yang dapat diterapkan secara seragam di seluruh Indonesia. Setiap daerah memiliki kekuatan, kebutuhan, dan karakter yang berbeda. Karena itu, kehadiran SDH Global Bali bukan sekadar memperluas jaringan sekolah, melainkan membangun sebuah lingkungan belajar yang relevan dengan masyarakat setempat sekaligus membuka akses terhadap kualitas pendidikan bertaraf internasional.
Dalam sambutannya, Stephanie Riady, Presiden Pelita Harapan Group, menegaskan bahwa membangun generasi bukanlah tugas sekolah semata. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Ketika seluruh unsur tersebut bergerak menuju tujuan yang sama, anak-anak memperoleh ruang untuk berkembang secara utuh—tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, empati, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap sesama.
Pandangan tersebut sejalan dengan harapan Pemerintah Kota Denpasar yang menyambut kehadiran SDH Global Bali sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang cerdas, berkarakter, berbudaya, dan berkualitas. Pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara daya saing global dan pelestarian nilai-nilai budaya Bali. Di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, identitas budaya tetap menjadi kekuatan yang perlu dipelihara.
Di sinilah pendidikan memainkan peran strategis. Sekolah bukan hanya tempat mentransfer pengetahuan, tetapi juga ruang di mana anak belajar mengenali dirinya, memahami masyarakatnya, dan membangun kemampuan untuk berkontribusi di tingkat yang lebih luas. Ketika identitas lokal bertemu dengan perspektif global, lahirlah generasi yang mampu beradaptasi terhadap perubahan tanpa kehilangan nilai-nilai yang membentuknya.
Bagi Stephanie Riady, dampak sebuah sekolah tidak berhenti ketika seorang siswa menyelesaikan pendidikannya. Setiap anak yang memperoleh kesempatan untuk berkembang akan membawa nilai, pengetahuan, dan kepedulian tersebut ke dalam keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakatnya. Dalam jangka panjang, perubahan sosial sering kali berawal dari ruang kelas.
Kehadiran SDH Global Bali menjadi bagian dari perjalanan panjang tersebut. Lebih dari sekadar membangun sebuah kampus baru, kehadirannya mencerminkan keyakinan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa—membangun generasi yang mampu menjangkau dunia, sekaligus tetap menjaga akar budaya dan nilai-nilai yang menjadi identitasnya.